Porostimur.com, Dobo — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, S.H., LLM., menyoroti persoalan serius dalam dunia pendidikan dan kesehatan di provinsi ini. Menurutnya, rendahnya kualitas layanan merupakan dampak dari distribusi tenaga guru dan kesehatan yang masih timpang di berbagai daerah.
Pernyataan ini disampaikan Lewerissa saat menghadiri dialog bersama Forkopimda Kabupaten Kepulauan Aru dan kelompok masyarakat di aula pertemuan lantai 2 Gedung BPKAD, Dobo, Jumat (19/9/2025). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya di Kepulauan Aru.
Paradox Distribusi Guru dan Tenaga Kesehatan
Dalam paparannya, Gubernur Lewerissa menyebut ada kondisi paradox di Maluku: kualitas pendidikan rendah, sementara tenaga pengajar tidak terdistribusi dengan merata.
“Saya menemukan ada banyak sekolah di Maluku, terutama di daerah terpencil, distribusi tenaga kerjanya masih kurang. Ada satu dua guru yang harus mengajar dua sampai tiga kelas sekaligus. Ini tidak boleh terjadi, sementara di tempat lain justru ada penumpukan tenaga pengajar,” ujarnya.
Hal serupa, lanjutnya, juga terjadi di sektor kesehatan. “Ada puskesmas tanpa tenaga dokter. Ada tenaga kesehatan, tapi tidak ada gedung puskesmasnya. Ini persoalan yang harus segera diatasi,” tegasnya.









