Menurut Handiwin, kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan yang memadai merupakan persoalan mendasar. Kondisi geografis Buano sebagai wilayah kepulauan membuat masyarakat menghadapi tantangan jarak dan transportasi ketika membutuhkan pelayanan kesehatan lanjutan.
“Kami hadir membawa suara masyarakat Buano Utara. Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan masyarakat di pulau-pulau juga mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah daerah,” katanya.
Dialog Jangan Berhenti di Pertemuan
Handiwin menilai pertemuan langsung antara Gubernur Maluku dan massa aksi dapat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih sehat antara pemerintah dan masyarakat.
Namun, ia mengingatkan bahwa keterbukaan dalam menerima aspirasi harus diikuti langkah nyata.
Menurutnya, berbagai aspirasi yang telah disampaikan kepada gubernur perlu diterjemahkan dalam perencanaan yang jelas, kebijakan yang terukur, serta program yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami menghargai dan mengapresiasi keterbukaan Bapak Gubernur. Setelah dialog ini, kami berharap ada tindak lanjut nyata. Karena masyarakat tidak hanya membutuhkan janji, tetapi membutuhkan kepastian dan realisasi program,” tegas Handiwin.
Ia menambahkan, mahasiswa dan masyarakat Buano Utara akan tetap mengawal perkembangan aspirasi tersebut secara kritis dan konstruktif.











