Ridwan melaporkan teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 200-800 meter dari puncak.
“Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah utara dan timur laut,” tulis Ridwan.
Sementara untuk kejadian kegempaan, disebutkan Ridwan tercatat 59 kali gempa letusan (erupsi) dengan amplitudo 15-30 mm, dan lama gempa 20-65 detik.
Ditambah dengan 41 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-14 mm dan lama gempa 25-60 detik. 26 kali gempa hembusan dengan amplitudo 5-14 mm, dan lama gempa 10-35 detik.
“11 kali harmonik dengan amplitudo 6-26 mm, dan lama gempa 100-140 detik. 8 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 8-14 mm, dan lama gempa 10-15 detik,” terang Ridwan.
Sebelumnya pada akhir Juli 2022, kolom abu dikeluarkan setinggi 3.000 m di atas puncak atau 4.325 m di atas permukaan laut (m dpl) saat Gunung Ibu, Maluku Utara erupsi (meletus).
Letusan itu teramati pada pukul 19.36 WIT dengan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27 mm dan durasi sementara ini kurang lebih 2 menit 19 detik,” ujar Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Alam (ESDM) Eko Budi Lelono, Sabtu 30 Juli 2022 dalam keterangan tertulisnya.









