Namun, Wali Kota juga mengakui masih banyak persoalan yang harus dibenahi. “Tingkat pengangguran terbuka masih berada di angka 11,65 persen, pengelolaan sampah, ketimpangan penduduk, serta angka kemiskinan yang stagnan di 5 persen,” jelasnya.
Program Prioritas dan Visi 2025–2029
Untuk menjawab tantangan itu, Pemkot Ambon menyiapkan sejumlah program prioritas, antara lain penambahan 779 sambungan air bersih, perluasan layanan persampahan, bantuan modal usaha bagi 650 pelaku UMKM, pembentukan 50 Koperasi Merah Putih, pembangunan Mall Pelayanan Publik, serta peluncuran Call Center 112 sebagai layanan darurat.
Di bidang lingkungan, Pemkot bersama Bank Sampah Alami telah membeli sekitar 3 ton sampah plastik dari masyarakat untuk didaur ulang, sekaligus menjadi edukasi pengelolaan sampah ramah lingkungan.
Wattimena juga menegaskan arah pembangunan Ambon lima tahun ke depan tertuang dalam RPJMD 2025–2029 dengan visi “Ambon Manise, Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan” yang dijabarkan dalam 17 program prioritas menuju Indonesia Emas 2045.
“Memasuki usia 450 tahun, tantangan pembangunan akan semakin berat. Karena itu, mari kita semua, warga Ambon, Maluku, dan Indonesia pung bae, terus bergerak bersama untuk mewujudkan Ambon yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Leonard Manuputty)









