Oleh karena itu di kesempatan yang baik ini, Gubernur menyampaikan kepada basudara di Bumi Raja-Raja baik di Tenggara Raya, Pulau Buru, Kepulauan Aru, Pulau Seram, Pulau Ambon, Pulau-Pulau Lease, Pulau Banda, bahwa “katong samua ini basudara” (kita semua bersaudara).
“Kalau ada perbedaan di antara kita, baik itu sifatnya personal, pribadi atau individual jangan dibawa menjadi persoalan komunal, atau kampung dan sebagainya, kita hidup di negara hukum Indonesia, dimana perangkat hukum itu ada, sistem itu ada, aparatur itu ada, kalau ada perselisihan, kalau ada sengketa, kita harus percayakan hukum untuk menjalankan proses dan mekanismenya, karena ini negara hukum,” tegas Lewerissa.
Sebelum menutup sambutannya, Gubernur mengingatkan sekali lagi serta mengharapkan agar energi dan semangat positif dari Perayaan 7 Swayal Pukana ini bisa tersiar di seluruh pelosok di Bumi Raja-Raja ini. (Mizar Safari Maasily)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










