Porostimur.com, Gaza – Hamas dan Israel dilaporkan telah menyetujui gencatan senjata selama 60 hari di Jalur Gaza. Informasi ini disampaikan oleh stasiun televisi Al Arabiya, yang mengutip beberapa sumber, Kamis (29/5/2025).
Menurut laporan, kesepakatan ini merupakan hasil dari mediasi yang dilakukan oleh Utusan Khusus Amerika Serikat (AS), Steve Witkoff, yang mewakili pemerintahan mantan Presiden Donald Trump. Hamas disebut menerima proposal terbaru terkait penghentian permusuhan di Gaza.
Media Israel, Kan, mengabarkan pihak Israel juga menerima usulan tersebut. Namun, Hamas sempat menyatakan keberatan karena tidak terdapat jaminan penghentian perang secara permanen, serta tidak ada komitmen penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Meski demikian, Witkoff dikabarkan telah menerima informasi bahwa kedua pihak —Hamas dan Israel— akhirnya menyepakati pelaksanaan gencatan senjata sementara. Demikian dlansir dari Antara.
Gencatan senjata ini dinilai sebagai langkah penting untuk meredakan konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan dan menelan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur di wilayah Gaza.
Sebelumnya, Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, menyampaikan bahwa lebih dari 310 staf UNRWA tewas dalam serangan militer Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023.









