“Tim UNRWA seharusnya tidak menjadi sasaran serangan,” tegas Lazzarini dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (28/5/2025).
UNRWA didirikan pada 1949 dan kini memberikan layanan kemanusiaan kepada sekitar 5,9 juta pengungsi Palestina di Gaza, Tepi Barat, Yordania, Suriah, dan Lebanon.
Namun, sejak serangan intensif Israel dimulai pada Oktober 2023, fasilitas dan staf UNRWA terus menjadi target militer. Berdasarkan data Bank Dunia, hampir 2,4 juta penduduk Gaza bergantung sepenuhnya pada bantuan kemanusiaan.
(red/beritasatu)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









