Porostimur.com, Gaza – Pemimpin Hamas Ghazi Hamad, memperingatkan pelanggaran berulang Israel terhadap perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza dapat menyebabkan keruntuhannya sepenuhnya, meskipun ketentuan-ketentuannya jelas dan diawasi mediator internasional.
Dalam pernyataannya kepada media pada hari Selasa, Hamad menekankan perjanjian tersebut ditandatangani pada 9 Oktober 2025, di hadapan mediator dari Mesir, Qatar, Turki, dan Amerika Serikat (AS), di bawah pengawasan langsung pemerintahan AS.
Ia mencatat 66 hari telah berlalu sejak perjanjian tersebut berlaku. Dia menekankan ketentuan-ketentuannya jelas, rinci, dan tidak ambigu.
Namun, ia menegaskan penjajah Israel telah memanipulasi dan secara sistematis melanggar ketentuan-ketentuannya, gagal memenuhi kewajiban apa pun, seperti yang dilaporkan Al-Jazeera Arabic.
Pelanggaran yang Disengaja dan Direncanakan
Hamad menegaskan Hamas telah sepenuhnya mematuhi perjanjian sejak hari pertama dan tidak melakukan pelanggaran apa pun, sebagaimana dikonfirmasi para mediator yang memantau perkembangan di lapangan setiap hari.
Sebaliknya, ia menyatakan pendudukan telah melakukan pelanggaran “disengaja dan direncanakan” melalui keputusan pemerintah dan militer.
Pelanggaran ini termasuk pembunuhan, eksekusi, penembakan warga sipil, pemboman, dan pembunuhan di Jalur Gaza, selain pelanggaran yang terkait dengan bantuan kemanusiaan dan penyeberangan perbatasan.











