Kini, ledakan kembali terdengar diiringi pesta suporter Denmark yang datang ke Amsterdam. Mereka bersuka cita melihat timnya menang besar dan melaju ke perepat final Euro 2020.
Asal-usul Julukan Danish Dynamite
Awal julukan Danish Dynamite tersemat di timnas Denmark tak lepas dari kejutan ajaib pada gelaran Piala Eropa atau Euro 1992.
Mereka mengikuti gelaran sepak bola antarnegara Benua Eropa itu berkat Yugoslavia yang mendapat larangan tampil oleh FIFA karena tengah terjadi perang saudara.
Bak mendapat durian runtuh, FIFA menunjuk Denmark sebagai pengganti Yugoslavia.
Kiper Denmark saat itu, Peter Schmeichel, seakan tak percaya sekaligus terkejut dengan “keajaiban” awal untuk timnya.
Namun, durian runtuh tersebut terasa getir lantaran mereka bergabung dengan grup neraka yang diisi oleh Perancis, Inggris, dan tuan rumah Swedia.
Denmark mulai menjadi buah bibir ketika berhasil menahan imbang Inggris 0-0. Meski sempat kalah 0-1 dari Swedia, mereka berhasil menang atas Perancis dengan skor 2-1.
Tim Dinamit sukses melaju ke fase gugur dengan status runner-up grup.
Di fase gugur, mereka membenamkan juara bertahan Belanda lewat adu penalti (5-4) setelah imbang 2-2. Kemudian secara ajaib, Denmark mampu mengalahkan Jerman dengan skor 2-0 pada partai final.




