Islam menghadirkan konsep “qana’ah”. Yaitu sebuah mindset (keyakinan) bahwa apa yang ada pada kita at the moment (saat ini) adalah yang terbaik.
Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation USA
SEMUA manusia tentu takut akan penderitaan. Dan pastinya semua akan berusaha agar tidak terjatuh dalam penderitaan hidup. Seseorang bisa menderita karena kemiskinan, penyakit, ketidakadilan, atau karena kesulitan-kesulitan hidup lainnya.
Namun harusnya disadari bahwa penderitaan yang paling pahit dan berbahaya adalah ketika seseorang “menderita karena melihat orang lain senang”. Semakin orang lain sukses akan semakin terbebani dan menderita.
Itulah hasad. Sebuah penyakit yang diingatkan oleh Rasulullah SAW:
واياكم والحسد فان الحسد ياكل الحسنات كما تاكل النار الحطب
(Berhati-hati dengan hasad. Karena sungguh hasad menghabiskan kebaikan sebagaimana api menghanguskan kayu bakar).
Untuk menangkal penderitaan itu Islam menghadirkan konsep “qana’ah”. Yaitu sebuah mindset (keyakinan) bahwa apa yang ada pada kita at the moment (saat ini) adalah yang terbaik.
Lebih jauh qana’ah itu sesungguhnya tidak sekadar terukur oleh apa yang ada di tangan kita dari karunia. Tapi tidak kalah pentingnya adalah proses atau ikhtiar terbaik pada kita untuk menangkap setiap peluang yang ada.









