HCW Minta Bupati Halsel Segera Keluarkan Hasil Audit Terkait Temuan Keuangan Negara di 6 SKPD

oleh -47 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Halmahera Coruption Watch (HCW) Maluku Utara (Malut) meminta agar Bupati Halmahera Selatan (Halsel), H. Usman Sidik agar segera mengeluarkan hasil audit dari Inspektorat Halsel terkait dengan hasil temuan keuangan negara di enam SKPD termasuk Sekretariat Daerah.

“Harapan saya, agar Bupati menyurat atau mengeluarkan rekomendasi ke Polisi atau Kejaksaan agar bisa diproses secara hukum, walaupun di kemudian hari ada terjadi pengembalian keuangan daerah, paling tidak harus diberikan efek jera oleh para pelaku kejahatan korupsi, karena hal tersebut termasuk perbuatan melawan hukum sehingga merugikan keuangan daerah yang sangat fantastis”, ungkap Direktur HCW, Rajak Idrus kepada Porostimur.com, Rabu (18/8/2021).

Idrus mengatakan, secara lembaga, HCW sangat mengapresiasi dan mendukung perjuangan Bupati Halsel untuk membasmi kasus korupsi di Tanah Sarumah ini.

“Saya tahu benar karakter H. Usman Sidik apalagi ketika masih menjadi wartawan RCTI sebagai Kepala Perwakilan Maluku Utara. Bagi Beliau yang namanya korupsi harus dilawan hingga tuntas, sebab Beliau masih jadi wartawan lebih banyak membongkar kasus besar, seperti kasus illegal logging, kasus mafia tambang, kasus tanah, kasus BBM, bahkan kasus jual beli proyek. Jadi secara tidak langsung semangat Bupati untuk membasmi korupsi masih melekat atau masih kental dalam diri Bupati Halsel”, ujarnya.

Idrus mengisahkan, ketika Usman Sidik masih menjadi reporter RCTI, Sidik sering menggandeng HCW untuk bekerja sama membongkar kasus-kasus di Maluku Utara. Oleh karenanya Sidik dijuluki Sang Pembasmi Koruptor di Maluku Utara, apalagi sekarang sudah menjabat sebagai Bupati, sidik pasti akan membongkar kasus-kasus korupsi.

Baca Juga  Bupati Halsel Buka Lomba Mancing Mania Dies Natalis Unkhair Ternate di Desa Modayama

Lanjutnya, hal ini dapat dilihat ketika Sidik dilantik sebagai Bupati, Ia langsung memerintahkan kepala Inspektorat untuk mengaudit 6 dinas termasuk Sekretariat Daerah yang terbukti setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Inspektorat, ada biaya operasional Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan pada tahun anggaran 2021 senilai Rp 8 miliar yang melekat pada Sekretariat Daerah menjadi temuan kerugian daerah lebih dari Rp 4 miliar.

“Jadi Bupati menjelaskan bahwa temuan yang terjadi di Sekretariat Daerah itu dikarenakan ada sejumlah item kegiatan yang fiktif, contohnya pembelian minyak, yakni pembeliannya 2 kali namun kwitansi yang diambil dan dicap itu lima sampai enam kali, itu adalah pengakuan dari agen minyak. Jadi memang ini adalah mafia dan hal tersebut menjadi temuan di Sekretariat Daerah yang ditaksirkan berjumlah Rp 4 miliar”, terangnya.

Baca Juga  Sidak Pasar SCBD Tuwokona, Bupati Hanya Temukan 4 Pegawai yang Sudah Berkantor

Idrus bilang, selain temuan di Sekretariat Daerah Kabupaten Halmahera Selatan, temuan juga terjadi di enam dinas dilingkungan Pemkab Halsel dan nilainya cukup besar yakni lebih dari Rp 10 miliar.

Dirinya juga meminta agar Bupati Halmahera Selatan memerintahkan kepada Inspektorat Halsel agar membentuk tim khusus untuk memantau program dari desa yang menggunakan alokasi dana desa, sebab menurutnya selama ini ketika HCW mencoba menelusuri, hampir samua desa mengelola dana desa tidak sesuai rencana atau target pencapaian. Lebih banyak Kepala Desa hanya memperkaya diri sendiri dari pada uang tersebut dipakai untuk mengurus desa.

“Di satu sisi, saya pun meminta agar Kepala Inspektorat mengaudit dana desa, karena bagi saya PR terbesar Inspektorat adalah mengaudit dana desa, sekaligus mengkroscek harta kekayaan Kepala Desa, karena ini sudah diluar batas kewajaran. Ketika proyek dana desa tidak tertata dengan baik maka bukan Kepala Desa yang bertanggung jawab, akan tetapi pendamping desa pun ikut bertanggung jawab, sebab pendamping desa diberikan kewenangan untuk mengontrol proyek dari desa sekaligus melaporkan hal mendasar dalam desa”, tuturnya. (alena)

No More Posts Available.

No more pages to load.