Porostimur.com | Ambon: Sebagai kader Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM),beta berharap suksesi kepemimpinan di AMGPM dapat berlangsung sesuai dengan mekanisme yang telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumahtangga AMGPM.
Meskipun AMGPM adalah organisasi kemasyarkatan pemuda, tetapi tumpuan basis kader AMGPM adalah warga GPM sehingga proses suksesi kepemimpinan dalam forum Kongres AMGPM diharapkan dapat berlangsung secara gerejawi dengan mengedepankan tradisi dan nilai nilai yang diajarkan oleh Gereja, kata Hendrik Lewerissa.
Lajut Lewerissa, siapapun yang nanti akan terpilih sebagai Ketua Umum PB AMGPM adalah sosok kader yang memang dikendaki oleh forum Kongres AMGPM yang terhormat itu.
Sebagai kader, saya tidak melihat dikotomi calon Ketua Umum PB AMGPM yang berasal dari latar belakang Pendeta dan non Pendeta sebagai sesuatu yang konstruktif bagi tumbuh kembangnya AMGPM ke depan.
Kalau ada kader dari latar belakang Pendeta yang memenuhi kriteria dasar leadership yang baik seperti kompetensi teknis organisasi, kapasitas intelektual dan integritas personal yang mumpuni serta memiliki kecakapan komunikasi lintas komunitas yang handal serta punya visi dan misi yang progresif untuk memajukan AMGPM, kenapa tidak bisa menjadi Ketua Umum PB AMGPM ? Demikian juga sebaliknya, kalau ada kader AMGPM dari background non Pendeta, kenapa tidak juga bisa menjadi Ketua Umum PB AMGPM ? Apa yang salah ?




