Hujan Seharian, Sejumlah Kawasan di Ambon Terendam Banjir

oleh -70 views
Link Banner

Porostimur.com |Ambon : Tingginya intensitas curah hujan di wilayah Kota Ambon Sabtu (3/10/2020), sejak pagi hingga saat ini, mulai memberikan dampaknya dengan menenggelamkan sebagian wilayah dalam kota berjuluk manis e ini.

Warga yang berdomisili pada beberapa kawasan seperti Skip, Urimessing, Ponogoro, Tanah Tinggi, Pulau Gangsa, Kadewatan, Ahuru, Batu Merah, Hatiwe Kecil, Galala, Aster, mulai was-was.

Pasalnya, kondisi serupa berpotensi menyebabkan banjir dan tanah longsor, seperti yang pernah terjadi tahun sebelumnya.

Perumahan warga pada lokasi-lokasi tadi, kini sudah mulai kemasukan air. Mirisnya lagi, air yang masuk ke perumahan warga ini lebih banyak disebabkan luapan air dari selokan dan sungai yang tersumbat oleh sampah.

Link Banner

Bukan itu saja, ada pula luapan air yang melewati talud pengaman kali dan air tersebut berhasil merembes ke wilayah pemukiman penduduk. Luapan air ini bahkan ada yang mencapai hampir 2 meter merendam rumah warga.

Baca Juga  Awalnya Berantakan, Chelsea Bisa Tutup Musim dengan Indah

Tentu saja barang-barang milik warga tidak terselamatkan, baik peralatan dapur, perabotan ruang tamu, peralatan elektronik hingga kasur dan tempat tidur pun tak luput dari rendaman luapan air ini.

Pantauan porostimur.com di sekitar kawasan SMP Negeri 4 Ambon juga ikut terendam banjir. Salah satu warga di Skip, Rose Lawalata, berharap hujan segera berhenti, sehingga luapan air banjir pun bisa segera dan berangsur surut.

Sementara salah satu warga Hatiwe Kecil yang ditemui media ini, Ini, menyampaikan kekhawatirannya. Apalagi kondisi serupa pernah terjadi tahun 2019 silam.

”Hal ini untuk yang kedua kalinya, karena banjir tersebut pernah terjadi pada setahun lalu. Itu juga lebih buruk dari sekarang,” ungkapnya.

Baca Juga  Jelang Idul Fitri, Liebie Rilis Lagu Kemenangan

Senada, warga Batu Merah, Santi, sesuai pengakuannya pada porostimur.com, sangat mengharapkan agar luapan air banjir ini tidak terus naik dan akan mengakibatkan terendamnya pemukiman warga.

Ketiganya berharap agar kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah, baik Pemerintah Kota Ambon maupun Pemerintah Provinsi Maluku. (keket)