Identitas Dua Korban yang Terjebak di Dalam KM Hentri Belum Diketahui

oleh -22 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Identitas dua ABK KM Hentri yang dilaporkan terjebak dalam musibah kebakaran kapal penangkap cumi asal Muara Angke, Jakarta, di perairan Tanimbar Kei belum diketahui.

Hal ini dikatakan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Mustari, melalui keterangan tertulisnnya, Senin (13/9/2021) di Ambon.

Mustari bilang, menurut keterangan para korban selamat, dua ABK yang meninggal dunia belum diketahui identitasnya.

Sedangkan lima korban selamat yang telah dievakuasi tim SAR gabungan adalah Ardin Rahman, Angga Framudia, dan Asep Suryana yang berasal dari Sukabumi, kemudian Hengky asal Palembang, serta La Asri dari Ambon.

Menurut Mustari, kelima ABK tersebut telah dievakuasi dari Desa Mun (Pulau Tanimbar Kei), Kabupaten Maluku Tenggara menuju Kota Tual sejak Sabtu (11/9) 2021.

Baca Juga  Mimpi Luhut Sirna, Freeport Batal Join Smelter Tsingshan di Weda Bay

“Semalam mereka diistirahatkan di mess PSDKP Kota Tual, paginya lima korban ini dimintai keterangan oleh Polres setempat untuk menanyakan kronologi kejadian terbakarnya KM Hentri,” kata Mustari.

Mustari menjelaskan, sesuai keterangan dari salah satu korban selamat, ada 30 ABK yang melompat ke dalam air dan berenang menjauhi kapal yang terbakar, namun karena tingginya gelombang, mereka terpisah dan hilang.

Mustari menambahkan, dari 32 ABK, ada satu nama awak kapal penangkap cumi tersebut yang belum diketahui identitasnya.

ABK KM Hentri antara lain Ardian Rahman asal Sukabumi (selamat), Cikun, Adam Fauzan (Sukabumi), Angga Framudya asal Sukabumi (selamat), Resa Rendy (Jakarta), Imron (Jakarta), Maman (Sukabumi), Suhendar (Sukabumi), serta Indra (Sukabumi).

Baca Juga  Kunjungi Negeri Wakasihu, Plt Kakanwil Kemenag Maluku Dzikir Bersama Warga

Kemudian ada ABK bernama Hengki asal Palembang (selamat), Asep Suryana (Sukabumi) dalam kondisi selamat, Wawan (Jakarta), Angga (Jakarta), La Sari asal Ambon (selamat).

Selanjutnya ada ABK bernama Adam, Suparman, Yusuf, Andri, Salim, Damar, Didin, Arifin, Ade Setiyawan, dan Heru yang juga berasal dari Sukabumi yang belum diketahui nasibnya.

Sementara ABK asal Jakarta yang masih dinyatakan hilang adalah Agus, Saputra, Akmal, dan Putra, kemudian ada ABK bernama Tomi, Anggi (Cianjur), Bayu (Jawa Timur).

Terkait pelaksanaan operasi SAR hari keenam, Mustari mengatakan, tim gabungan dari Basarnas Pos SAR Tual dan unsur potensi SAR disiagakan sejak pagi hari mengingat masih buruknya cuaca.

“Hari ini Kapal Patroli 3002 Teluk Ambon milik Polairud Polda Maluku yang bertolak dari Pelabuhan Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru juga melakukan penyisiran di lokasi terbakarnya KM Hentri, namun hasilnya masih nihil,” katanya.

Baca Juga  Tangani Gunung Botak, Forkopimda siapkan 4 solusi

KP 3002 Teluk Ambon bertolak dari Kepulauan Aru menuju Kota Ambon pada pukul 02:30 WIT dini hari dan melakukan penyisiran di area terbakarnya KM. Hentri ketika melintasi perairan itu. Kapal patroli itu melanjutkan perjalanan kembali ke Kota Ambon untuk proses docking. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.