Impor Minyak Indonesia Tembus 750 Ribu Barel per Hari, Bahlil Desak KKKS Percepat Proyek

oleh -47 Dilihat
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendesak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang telah mengantongi konsesi dan persetujuan rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) agar segera mengeksekusi proyek hulu minyak dan gas bumi (migas).

Porostimur.com, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendesak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang telah mengantongi konsesi dan persetujuan rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) agar segera mengeksekusi proyek hulu minyak dan gas bumi (migas).

Bahlil menegaskan, pemegang konsesi yang tidak mampu menjalankan proyek diminta mengembalikan konsesinya kepada negara agar dapat ditawarkan kepada pihak lain yang dinilai mampu mengembangkan potensi tersebut.

Desakan itu disampaikan Bahlil saat membuka FOREK Hulu Migas 2026 di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Forum tersebut mempertemukan regulator, KKKS, kontraktor, akademisi, dan investor di sektor hulu migas.

“Kalau tidak mampu, serahkan konsesi itu kepada negara. Nanti kita akan menawarkan kepada siapa yang bisa mengerjakan,” kata Bahlil.

Menurutnya, percepatan pengembangan lapangan migas menjadi langkah penting untuk meningkatkan produksi minyak nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Baca Juga  Kapolda Malut Telusuri Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi Dalam Kasus Solar Subsidi di Babang

Konsumsi Minyak 1,6 Juta Barel per Hari, Produksi Masih Terbatas

Bahlil menjelaskan, kebutuhan minyak Indonesia saat ini mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Sementara itu, produksi minyak nasional baru berada di kisaran 600 ribu hingga 650 ribu barel per hari.

No More Posts Available.

No more pages to load.