Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Prioritaskan Pasokan untuk PLN dan Industri Dalam Negeri

oleh -17 Dilihat
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, pemangkasan sekitar 8 persen dari volume ekspor gas pipa tersebut masih berada dalam batas kontrak minimum sehingga tidak melanggar perjanjian yang telah disepakati dengan mitra negara lain.

Porostimur.com – Pemerintah Indonesia memangkas sebagian ekspor gas bumi melalui pipa ke negara tetangga untuk menjaga ketahanan energi nasional dan memastikan kebutuhan listrik serta industri dalam negeri tetap terpenuhi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, pemangkasan sekitar 8 persen dari volume ekspor gas pipa tersebut masih berada dalam batas kontrak minimum sehingga tidak melanggar perjanjian yang telah disepakati dengan mitra negara lain.

Penegasan itu disampaikan Bahlil dalam konferensi pers mengenai ketahanan energi nasional, Senin (26/10/2026).

Bahlil menjelaskan, total ekspor gas pipa Indonesia yang bersumber dari Laut Natuna dan Sumatera mencapai 409,55 juta British Thermal Unit per hari (MMBTUD). Dari total tersebut, pemerintah memangkas sekitar 31 MMBTUD untuk memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri.

“31 MM yang kita potong itu adalah masih di batas kontrak minimum,” ujar Bahlil.

Baca Juga  Pemimpin Oposisi Maria Machado Pulang ke Venezuela setelah Hampir Setahun Berada di Pengasingan

Ia menjelaskan, pemangkasan tersebut belum mencapai ambang batas yang menurutnya dapat dikategorikan sebagai pelanggaran kontrak. Bahlil menyebut angka pemangkasan saat ini sekitar 8 persen, sedangkan pemotongan hingga 10 persen dinilainya dapat menimbulkan persoalan terhadap perjanjian yang berlaku.

No More Posts Available.

No more pages to load.