Indeks Keselamatan Jurnalis 2025 Turun, Kasus Kekerasan dan Swasensor Meningkat

oleh -6 Dilihat

Selain survei kuantitatif, Populix melakukan wawancara mendalam dengan jurnalis korban kekerasan serta sejumlah pemangku kepentingan untuk memperkaya analisis.

Hasilnya, penurunan paling signifikan terjadi pada pilar individu jurnalis dan pemangku kepentingan media. Sebanyak 67 persen responden mengaku pernah mengalami kekerasan, meningkat tajam dari sekitar 40 persen pada 2024.

Bentuk kekerasan yang paling dominan adalah pelarangan peliputan dan pembatasan pemberitaan. Sementara itu, kekerasan fisik dan ancaman langsung tercatat mengalami penurunan.

Meski demikian, kesadaran jurnalis terhadap risiko dan upaya pencegahan justru meningkat sekitar 20 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Sensor dan Swasensor Kian Menguat

Riset IKJ 2025 juga menemukan praktik sensor dan swasensor semakin menguat di ruang redaksi. Sebanyak 72 persen jurnalis mengaku pernah mengalami sensor, sementara 80 persen menyatakan pernah melakukan swasensor.

Baca Juga  77 Delegasi Walk Out Saat Netanyahu Berpidato di PBB, Indonesia Salah Satunya

Praktik ini terjadi lintas platform dan lintas jabatan, mulai dari reporter hingga pimpinan redaksi. Alasan utama swasensor antara lain untuk menghindari konflik, menjaga keselamatan pribadi, serta merespons tekanan dari pihak tertentu. (red/beritasatu)

Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com

No More Posts Available.

No more pages to load.