Indonesia Stands With Uyghur Trending Topic Twitter, Mezut Ozil Beri Dukungan Bagi Warga Uyghur

oleh -120 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Indonesia Stands With Uyghur menjadi trending topic twitter pagi ini, Minggu (15/12/2019). Tercatat sebanyak 3.57O cuitan disampaikan netizen dengan tagar IndonesiaStandsWithUyghur.

Cuitan Indonesia Stands With Uyghur tentang kecaman atas kekejaman rezim Komunis China yang bertindak represif terhadap etnis minoritas Muslim Uyghur di Provinsi Xinjiang, Barat Laut China.

Seperti diketahui, etnis minoritas Muslim Uyghur dalam beberapa dekade terakhir mendapat perlakuan intimidatif dari pemerintah China.

Aktivitas masyarakat di batasi, sekolah-sekolah Islam ditutup dan banyak pria-pria ditangkap dengan tuduhan terorisme.

Warga Uyhgur tersebut ditahan di kamp-kamp yang bertebaran di Provinsi Uyghur.

PBB memperkirakan sekitar 1 juta warga dari etnis Uyghur, Kazakh dan minoritas lainnya diduga telah ditahan di Xinjiang sejak 2017.

Etnis minoritas berbahasa Turki itu telah ditahan di kamp-kamp dimana mereka mendapat ‘pendidikan ulang’ dan menjadi sasaran indoktrinasi politik, termasuk dipaksa belajar bahasa yang berbeda dan melepaskan keyakinan mereka.

Penelitian terbaru mengungkapkan ada 28 fasilitas penahanan yang digunakan dan telah diperluas lebih dari 2 juta meter persegi sejak awal tahun lalu.

Baca Juga  Kejagung Tangkap Heintje Abraham Toisuta, Buronan Kejati Maluku di Jakarta Pusat

Para tahanan dipaksa untuk menjahit pakaian untuk diekspor ke perusahaan pakaian olahraga milik AS.

Hingga saat ini, kekerasan dan penindasan di Provinsi Uyghur masih terus dilakukan oleh Pemerintah China.

Namun sayangnya, dunia sepertinya diam. Tidak banyak yang mengkritisi perlakukan rezim Komunis tersebut, termasuk pemerintah Indonesia.

Berikut beberapa cuitan di twitter yang dilontarkan oleh para netizen  dalam tagar Indonesia Stands With Uyghur :

@Jean_Aprilia97

Sya tdk meliat apa Agama mereka.
Yg saya liat sebagai Manusia dmn Hak mereka?
Tuhan memberikan Hak yang sama. Knp klian Komunis merampas Hak mereka?
Ats Rasa kemanusian Ayo kita dukung Warga Uyghur. Lmbungkan tagarnya.
#IndonesiaStandsWithUyghur

@HaznaMedina
·
innalillahi wa inna ilaihi rojiun ..
#IndonesiaStandsWithUyghur
Kutip Tweet

@djedjeandrea
Muslim di Uyghur adalah saudara untuk sesama yg lain , mereka manusia sama seperti dr Rohingya , apa salah mereka ? Janganlah mengambil hak Tuhan dengan menghakimi mereka salah hanya karena agama #indonesiastandswithuyghur

Baca Juga  Kapolres Malteng Sosialisasi Protokol Kesehatan Kepada Nelayan

Mezut Ozil Beri Simpati

Naiknya trending topik Indonesia Stands With Uyghur di twitter tak lepas dari cuit bintang Arsenal Mezut Ozil.

Jumat (13/12/2019) lalu, ia mengunggah cuitan dalam bahasa Turki.

Cuitan itu berisi keprihatinannya atas derita warga muslim minoritas Uyghur yang dia sebagai sebagai warga Turkeministan Timur.

Dalam unggahan itu, Mesut Oezil menggambarkan derita yang dialami kaum Uyghur di Provinsi Xinjiang.

“Turkistan Timur. Luka berdarah umat. Mereka melawan kekuatan yang coba memisahkan mereka dari agama mereka,” tulisnya di akun twitter @Mesutozil1088

Lebih lanjut, Oezil mengungkapkan, “Para laki-laki ditahan di kamp, sementara keluarga mereka dipaksa hidup dengan orang-orang Cina. Para wanita dipaksa menikah dengan orang Cina.”

Lebih lanjut, ia menulis rezim represif China juga telah membakar kitab suci Alquran, menutup mesjid-mesjid, dan melarang sekolah-sekolah Islam.

Baca Juga  Versi Terbaik Madrid Muncul di Waktu Terbaik

Tak hanya itu, para pemuka agama Islam dibunuh.

Bagi Mesut Oezil, derita Kaum Uyghur itu sangat menyayat hati.

Tersebab, dunia Islam seolah menutup mata dari kekejian yang terjadi di Provinsi Xinjiang.

“Tetapi para muslim diam. Mereka tak mau bicara soal ini. Mereka telah mengabaikan mereka (Uyghur). Tidak tahukah mereka, menyetujui penyiksaan sama dengan penyiksaan itu sendiri? Imam Ali berkata, ‘Jika kamu tak dapat mencegah penyiksaan, kabarkanlah!’” urainya.

Mesut Oezil tak habis pikir dengan sikap negara-negara Islam yang tidak peduli dan seolah diam.

Padahal, sudah menjadi rahasia umum penindasan di Xinjiang telah terjadi selama beberapa tahun belakangan.

“Tak tahukah mereka bahwa menutup mata terhadap penindasan adalah sesuatu yang keji? Tak tahukah mereka bahwa bukan derita sudara-saudara kita yang akan dikenang, melainkan sikap diam kita? Oh, Tuhan, tolonglah saudara-saudara kami di Turkistan Timur,” ujar Mesut Oezil lagi. (red/rtl/tribun)