Video dari upacara tersebut yang diunggah daring menunjukkan Crooks mengenakan kacamata dan pakaian wisuda hitam serta berpose dengan seorang pejabat sekolah.
Pejabat penegak hukum mengatakan pada Sabtu (13/7/2024) bahwa Crooks tidak membawa tanda pengenal ke lokasi penembakan dan harus diidentifikasi menggunakan metode lain.
“Saat ini kami sedang memeriksa foto-fotonya dan mencoba memeriksa DNA-nya serta memperoleh konfirmasi biometrik,” kata Kevin Rojek, agen khusus FBI yang bertugas.
(red/beritasatu)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










