IPW Nilai Reshuffle Kabinet oleh Jokowi Terganjal Protes Kubu Maruf Amin

oleh -28 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan dari informasi yang diperoleh IPW, salah satu yang membuat terganjalnya reshuffle kabinet oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini adalah akibat protes dari kubu Wakil Presiden Maruf Amin.

“Sebab sebelumnya sejumlah calon menteri yang akan ikutan dalam reshuffle sudah dipanggil Jokowi,” kata Neta mengutip Warta Kota, Kamis (27/8/2020).

Namun katanya, ada yang bersedia dan ada yang menolak ditawarkan posisi menteri, dengan alasan pandemi Covid 19 membuat mereka tidak akan bisa bekerja maksimal.

“Tidak dilibatkannya Maruf Amin dalam proses rencana reshuffle ini membuat para pendukungnya melakukan protes.

Link Banner

“IPW berharap memanasnya suhu politik di tingkat elit kekuasaan ini harus cepat disikapi Presiden Jokowi agar tidak berdampak ke akar rumput yang bisa menjadi ancaman bagi stabilitas keamanan, terutama menjelang pilkada serentak Desember mendatang,” kata Neta.

Baca Juga  Iran Kibarkan Bendera Merah di Kota Suci, Isyarat Bersiap Perang Total pada Amerika?

Selain itu Neta menilai ada keresahan yang saat ini sedang melanda para pendukung Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin di ibukota maupun di daerah.

Mereka mempersoalkan kenapa orang orang Jusuf Kalla di lingkungan Istana Wapres tak kunjung dimutasi oleh Mensesneg.

“Akibatnya, para pendukung Maruf Amin maupun keluarganya sulit untuk bertemu sang Wapres,” kata Neta kepada Warta Kota, Kamis (27/8/2020).

IPW kata Neta menilai jika kondisi ini dibiarkan akan terjadi ketegangan di elit kekuasaan yang bisa berdampak pada potensi gangguan keamanan di akar rumput.

“Terutama menjelang Pilkada serentak Desember mendatang,” kata Neta.

Menurutnya, Mensesneg perlu menjelaskan kepada publik, kenapa orang orang Jusuf Kalla belum juga digeser dari Istana Wapres, sehingga posisi Wapres dibuat seperti ‘burung di sangkar emas’.

Baca Juga  Ramalan Cuaca Ambon hari ini, Ahad 26 Juli 2020

“Yang tidak bisa diakses para pendukung maupun keluarganya,” kata Neta.

Informasi yang diperoleh IPW, menurut Neta, sejak Maruf Amin menjadi Wapres baru pada 20 Agustus 2020 lalu, yakni Libur 1 Muharram, tim suksesnya bisa bertemu dan berdialog dengan Maruf Amin.

“Mereka komplain bahwa orang-orang Jusuf Kalla yang masih berkuasa di Istana Wapres dan selalu menghalangi mereka untuk bertemu mantan Ketua Umum MUI itu,” katanya.

Akibatnya kemarahan para pendukung Maruf Amin di Jakarta dan di daerah semakin memuncak terhadap manuver politik kelompok tertentu, yang menjadikan Maruf Amin bagai ‘burung di sangkar emas’.

“Mereka sudah mengusulkan agar orang-orang Jusuf Kalla yang masih bercokol di Istana Wapres segera dimutasi dan diganti dengan orang orang Maruf Amin, tapi hingga kini belum juga dilakukan Mensesneg,” katanya.

Dalam pertemuan Liburan 1 Muharram itu, kata Neta, tim sukses Maruf Amin juga mengungkapkan kepada Wapres bahwa hingga kini tidak satu pun dari mereka atau tim sukses Maruf Amin, yang menjadi komisaris di BUMN.

Baca Juga  Aktivis HMI Korban Penculikan OTK Jalani Pemeriksaan Polisi

“Sementara mereka melihat puluhan orang orang ‘yang tak berkeringat’ enak enakan duduk menjadi komisaris BUMN. Usulan sudah disampaikan kepada Meneg BUMN tapi hingga kini tidak ada jawaban,” katanya.

Untuk itu kata Neta, mereka meminta agar Wapres segera memanggil Mensesneg dan Meneg BUMN.

“Dalam pertemuan itu Maruf Amin juga merasa heran, kenapa dirinya tidak dilibatkan dalam penyusunan kabinet maupun rencana reshuffle kabinet,” ujarnya.

Bahkan menurut Neta, fungsinya sebagai Tim Penilai Akhir (TPA) untuk posisi pejabat negara diabaikan.

“Penjelasan Maruf Amin ini semakin membuat tim suksesnya gundah,” kata Neta. (red/rtm/wartakota)