Porostimur.com, Teheran – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melontarkan ancaman penggunaan “senjata baru” dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan itu disampaikan Komandan Angkatan Laut Iran, Shahram Irani, yang mengklaim senjata tersebut sangat ditakuti dan dapat memberi efek psikologis besar terhadap musuh.
“Senjata itu ada sangat dekat dengan mereka… saya harap mereka tidak mengalami serangan jantung,” ujarnya, seperti disiarkan media pemerintah Iran.
Ketegangan di Selat Hormuz
Ancaman ini muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, menolak proposal Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai imbalan pencabutan blokade ekonomi.
Sebaliknya, Washington justru melanjutkan kebijakan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di jalur strategis tersebut.
Iran pun merespons dengan memperketat kontrol di Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia—bahkan mengancam akan mengambil tindakan militer jika ada kapal musuh yang mendekat.
Klaim Serangan dan Balasan
Irani juga mengklaim bahwa pasukan Iran telah melancarkan berbagai operasi militer, termasuk serangan rudal terhadap kapal induk USS Abraham Lincoln.
Menurutnya, serangan tersebut sempat menghambat operasi udara kapal induk AS.









