Porostimur.com, Teheran – Kapal induk bertenaga nuklir terbesar milik Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, dijadwalkan akan meninggalkan kawasan Timur Tengah dan kembali ke pangkalan asalnya di Virginia dalam waktu dekat.
Keputusan ini diambil di tengah situasi konflik dengan Iran yang saat ini memasuki fase gencatan senjata. Kapal induk tersebut telah menjalani penugasan panjang selama sekitar 309 hari—menjadi salah satu yang terlama dalam sejarah modern Angkatan Laut AS.
Tinggalkan Dua Kapal Induk di Kawasan
Dengan mundurnya USS Gerald R. Ford, kekuatan militer AS di kawasan akan berkurang, menyisakan dua kapal induk lainnya, yakni USS George H.W. Bush dan USS Abraham Lincoln, yang masih beroperasi di Laut Arab.
Kedua kapal tersebut tetap menjalankan misi strategis, termasuk mendukung blokade terhadap jalur distribusi minyak Iran.
Penugasan Panjang dan Tantangan Teknis
Selama hampir 10 bulan bertugas, USS Gerald R. Ford terlibat dalam berbagai operasi penting, mulai dari Eropa, Karibia, hingga Timur Tengah. Penugasan panjang ini juga diwarnai sejumlah kendala teknis, termasuk insiden kebakaran di dalam kapal serta masalah perawatan yang memengaruhi kondisi awak.
Sebanyak sekitar 4.500 personel yang berada di kapal tersebut kini bersiap kembali ke Amerika, setelah menjalani salah satu penugasan terberat dalam beberapa tahun terakhir.









