Porostimur.com, Teheran — Militer Iran melontarkan sindiran keras terhadap tawaran gencatan senjata dari Amerika Serikat, dengan menyebut Washington seolah “bernegosiasi dengan diri sendiri” di tengah konflik yang kian memanas.
Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, dalam video yang ditayangkan televisi pemerintah.
“Kekuatan strategis yang dulu Anda bicarakan telah berubah menjadi kegagalan strategis,” ujarnya. “Apakah konflik internal Anda telah mencapai titik di mana Anda bernegosiasi dengan diri sendiri?”
Respons atas Proposal Gencatan Senjata
Sindiran itu muncul tak lama setelah pemerintahan Presiden Donald Trump mengirimkan proposal gencatan senjata 15 poin kepada Iran melalui Pakistan.
Zolfaghari menegaskan posisi Iran tidak berubah sejak awal konflik. “Kata pertama dan terakhir kami tetap sama sejak hari pertama, dan akan tetap seperti itu: pihak seperti kami tidak akan pernah berdamai dengan pihak seperti Anda. Tidak sekarang, tidak pernah,” tegasnya.
AS Ancam Serangan Lebih Keras
Di sisi lain, Gedung Putih justru meningkatkan tekanan. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, meminta Iran mengakui kekalahan militer.
“Presiden Trump tidak main-main dan siap melancarkan serangan dahsyat. Iran tidak boleh salah perhitungan lagi,” ujarnya kepada wartawan.










