Iran Makin Gencar Lawan AS-Israel, Posisi Donald Trump Mulai Tertekan

oleh -658 views
Ilustrasi Donald Trump. (Gemini AI/Istimewa)

Namun, sejumlah negara seperti Inggris dan Jepang menunjukkan sikap hati-hati, sementara beberapa negara Eropa memilih tidak terlibat langsung. Bahkan dalam pertemuan di Brussels pada 17 Maret 2026, terlihat adanya perbedaan sikap antara Amerika Serikat dan sekutu Eropa terkait langkah lanjutan konflik.

Kondisi ini mencerminkan koalisi yang tidak sepenuhnya solid, sekaligus menjadi tekanan politik bagi Washington.

Biaya Perang Membengkak

Konflik yang diharapkan menjadi operasi cepat justru berubah menjadi perang berkepanjangan dengan biaya tinggi. Amerika Serikat dan Israel memang menunjukkan keunggulan militer, namun belum mampu menghentikan kapasitas balasan Iran.

Biaya perang mencakup operasi udara, sistem pertahanan rudal, pengamanan pangkalan militer, hingga perlindungan jalur strategis seperti Selat Hormuz. Situasi ini menambah tekanan domestik terhadap Trump, terutama dari sisi anggaran dan ekonomi.

Ketahanan Iran Tak Terduga

Salah satu faktor penting adalah ketahanan Iran yang melampaui perkiraan awal. Struktur kekuasaan di Teheran tetap stabil, termasuk kekuatan Islamic Revolutionary Guard Corps yang masih solid.

Baca Juga  Soroti Film Pesta Babi, Uskup Agung Merauke Minta Publik Tetap Kritis

Iran juga mampu melanjutkan operasi militer serta mempertahankan jaringan pengaruhnya di kawasan. Hal ini menunjukkan target awal untuk melemahkan Iran dalam waktu singkat belum tercapai.

No More Posts Available.

No more pages to load.