Serangan Balasan Iran ke Israel Picu Krisis Energi Global, AS Sudah Bakar Rp203 Triliun

oleh -12 Dilihat
Ilustrasi Donald Trump dalam perang dengan Iran. (Gemini AI/Istimewa)

Porostimur.com, Teheran — Konflik di kawasan Timur Tengah kian memanas setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap Israel serta sejumlah negara di kawasan Teluk Persia. Eskalasi ini terjadi menyusul serangan Israel ke Beirut yang menewaskan tokoh penting Iran.

Serangan yang berlangsung Rabu (18/3/2026) waktu setempat tersebut menargetkan wilayah Israel dan infrastruktur strategis di negara-negara Teluk menggunakan rudal generasi terbaru yang diklaim mampu menembus sistem pertahanan udara modern.

Di Israel, rudal Iran dilaporkan menghantam wilayah dekat Tel Aviv. Layanan medis setempat mengonfirmasi dua korban jiwa di Ramat Gan. Sementara itu, Israel terus menggencarkan serangan ke Lebanon dengan target kelompok Hizbullah, yang didukung Iran.

Baca Juga  Bapas Ambon Perkuat Sinergi PN Masohi dan Kejari Malteng

Rudal Canggih dan Balasan Iran

Garda Revolusi Iran menyatakan pihaknya menggunakan rudal berhulu muatan ganda, termasuk jenis Khorramshahr-4 dan Qadr. Senjata ini disebut memiliki kemampuan menghindari radar dan sistem pertahanan.

Serangan tersebut merupakan respons atas tewasnya Ali Larijani dalam serangan Israel sebelumnya. Selain itu, Jenderal Gholam Reza Soleimani juga dilaporkan tewas.

Serangan Meluas ke Negara Teluk

Konflik kini meluas ke sejumlah negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain.

No More Posts Available.

No more pages to load.