Oleh: Dino Umahuk, Sastrawan dan Jurnalis
“Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenar-benarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra nabi Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil)tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, ‘Sesungguh, aku pasti membunuhmu!’ Dia(Habil) berkata ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertaqwa.” (Al-Ma’idah: 27).
Sifat iri adalah kesedihan yang mendalam karena kelebihan yang dimiliki seseorang. Orang yang iri hati akan mengerahkan segala kemampuannya untuk mencelakakan orang lain. Karena tujuannya adalah melenyapkan kelebihan yang dimiliki orang tersebut. Irinya iblis kepada Nabi Adam. as merupakan dosa pertama kali yang diperbuat diatas langit.
Karena iri hati, Iblis laknatullah menghasut Adam As untuk makan buah kuldi agar memiliki kerajaan yang tidak pernah berakhir (hidup abadi) di surganya Allah. Al-Baqarah ayat 36: Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”. Adam. As dipercepat turun ke bumi karena memiliki keserakahan dalam hatinya akibat bujuk rayu iblis yang iri hati.





