“Jadi kita harus memberi edukasi secara komperhensif agar tidak melakukan penangkapan yang berisiko seperti menggunakan bom misalnya,” ujarnya.
Lebih lanjut,dia mengaku, ke depan, Jala Ina akan berkolaborasi dengan berbagai kalangan agar bersama-sama menyelamatkan ekosistem di Pulau Pombo dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah transplantasi karang dan pembersihan pantai.
“Penebaran benih ikan ini hanya salah satu upaya untuk menyelamatkan ekosistem Pulau Pombo,” Fahrul menjelaskan.
Aksi penyelamatan Pulau Pombo ini didukung Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon (BPBL). Penebaran bibit ikan ini juga dilaksanakan untuk memperingati Hari Nusantara 2022.
(red/sinar harapan)




