Jalan Setapak di Pulau Sosota Tuai Polemik

oleh -113 views
Link Banner

Porostimur.com | Jailolo: Pembangunan jalan setapak di wisata Alam Sosota yang terletak di Desa Kahatola, Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) menuai polemik tak berkesudahan.

Menyusul pernyataan penolakan sejumlah pemandu wisata anak asli Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) salah satunya Afandi Hi Kader.

Pengiat dan pemandu wisata Gunung Api Halbar ini kepada porostimur.com melalui rilisnya, Rabu (20/11/2019) menyatakan, pembangunan jalan setapak di Sosota oleh Dinas Pariwisata Halbar tidak berfaedah dari konsep wisata kekinian Dan justru merusak keaslian serta keaslian Sosota.

Menurut Fandi, ia Dana kawan-kawannya dari kalangan penggiat wisata dan pemandu wisata Halbar berkeberatan dan tidak menerima langkah pembagunan jalan stapak di pulau sosota itu.

sumber:facebook Iin alfiyanti

“Hal ini mengingat yang menarik dari Sosota adalah keindahan dan keaslian alamnya. Jika dinas pariwisata bersikeras untuk membangun maka akan merusak nilai estetika dan ekosistem yang ada di pulau,” cetus Andi yang juga pengiat wisata.

Baca Juga  Kapolda Maluku Hadiri Penyerahan Bantuan Dari Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif

Ia juga mengatakan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Halbar, dalam hal ini dinas terkait agar membuat sebuah analisis dan kajiaan yang mendalam, termasuk dampak dari kesesuaian lahan dan analisis daya dukung kawasan, sebelum membangun di kawasan obyek wisata alam.

“Menurut saya teori dasar ekowisata pembuat destinasi wisata secara umum tidak harus merusak ekosistem, secara khusus tidak juga mengurangi nilai ekowisata, pemerintah harus membagun wisata berbasis pelestarian.sebab pulau sosota merupakan wisata pantai yang memiliki ekosistem pantai yang alami dan harus di lindungi.” terangnya.

Lanjut dia, Sosota adalah sebuah obyek wisata pantai dengan daya tarik alamiah. Jenis wisata ini tentu tidak boleh disamakan dengan wisata masal.

“Orang mengenal pulau Sosota karena bukit yang hijau dengan lanskap sekaligus titik pengambilan gambar yang bagus sehinga menjadi “magnet” bagi oran untuk berkunjung ke pulau ini,”ujarnya.

“Saya rasa dalam pembuatan setapak ini, belum dikaji secara ilmiah, pembangunan ini lebih cenderung penghabisan angaran tahunan,” sambungnya.

Baca Juga  Sudah Kunjungi 234 Desa, Usman-Bassam Komitmen Bangun Halmahera Selatan
sumber:facebook Rajif Duchlun

Andi berpendapat, pemerintah seharusnya membuat sarana transportasi Jailolo-Ibu dengan baik, kemudian harga perjalanan Ibu ke tempat wisata dengan murah dan nyaman,

“Karena setiap tamu mengeluh akses transportasi dan akomodasi yang cukup mahal sehingga mereka lebih memilih destinasi yg lain.” paparnya.

Andi bilang, tipe kepulauan dan destinasi wisata seperti Loloda, bisa belajar dari beberapa daerah di luar Maluku Utara, yang sudah mengembalikan naturalnya, orang-orang baru mulai menyesal ketika wisata alam, dikemas secara kaku dan formal,

“Jadi nanti Dispar Halbar belajar mana wisata alam dan wisata masal,” tandas pemandu wisata asal Kecamatan Ibu ini.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Pariwisata Halba Fenny Kiat, menjelaskan, pembanguanan jalan setapak di Pulau Sosota tersebut bersumber dari dana DAK Pariwisata 2019 dengan nilai Rp190 juta.

Sebelum dilakukan pembangunan, kata dia, pihaknya sudah berdiskusi dengan berbagai stakeholder, termasuk wisatawan yang pernah ikut dalam kegiatan Fun Trip Kahatola FTJ 2018 dan 2019 lalu.

Baca Juga  Sinergi Pakta Parada 2019, Bea Cukai Dorong Ekspor Rempah dari Maluku Utara

Salah satu masukan yang disampaikan oleh para stack holder pariwisata dan peserta Fun Trip Kahatola ungkap Fenny, adalah fasilitas akses ke puncak Pulau Sosota. Oleh sebab itu, Dispar berupaya memanfaatkan dana DAK Pariwisata untuk Membangun fasilitas tersebut.

Yang terpenting lanjut dia, pembangunan fasilitas Jalan yang sudah memasuki termin kedua itu tidak merusak sisi Natural dari pulau. Sebab, sesuai dokumen RAB (Rencana Anggaran Biaya), badan jalan akan dilapisi batu alam. Sehingga nilai nutaral tidak hilang, pun demikian dengan keamanan, kenyamanan dan keselamatan pengunjung semakin terjamin ketika melakukan aktifitas wisata di tempat itu.

“Jalan setapak itu akan dipasangi batu alam, sehingga kesan natural tetap terjaga,”beber alumnus STPD ini.” tandas Feni. (zhulijah)