Porostimur.com | Jailolo: Sungguh ironis nasib warga Desa Mutui, Halmahera Barat yang berada di dataran rendah. Bertahun-tahun mereka harus bertahan hidup dengan mengungsi dikala musim hujan.
Pasalnya, jika banjir besar turun dari pengunungan tidak bisa mengalir kelaut karena selokan yang berada dibawah badan jalan tersumbat karena terlalu kecil.
Hal ini dikatakan salah satu tokoh masyarakat desa Mutui, Man saat ditemui wartawan, Rabu (20/11).
Menurut Man, saat musim penghujan dan bertepatan dengan air laut pasang maka banjir pasti menggenang hingga ke pemukiman warga,
“HAl ini acap kali terjadi dan sepuluh rumah yang berada di dataran rendah harus tergenang air,” terangnya.
Hal senada juga disampaikan Sekretaris Desa (Sekdes) Mutui, Fadli. Kepada wartawan, Rabu (20/11) Sekdes menjelaskan, dampak banjir yang terjadi pada desa setempat. Karena jalan yang ada dari tikungan memasuki pelabuhan ada selokannya dibawah badan jalan dengan ukuran yang cukup kecil. Jumlahnya sekitar empat selokan.
“Akibatnya, terlalu kecil selokan-selokan ini tersumbat sehingga pada saat musim hujan air tidak bisa mengalir keluar apalagi bertepatan air laut pasang,hingga berulangkali mengakibatkan banjir,karena air meramban naik kedesa,ada sepuluh rumah yang terkena banjir dan hampir rata-rata mengungsi.” katanya




