Bagi petani, jalan buruk bukan sekadar persoalan kenyamanan perjalanan.
Jalan yang rusak dapat berujung pada bertambahnya biaya angkut, lebih panjangnya waktu tempuh, hingga meningkatnya risiko ketika hasil pertanian dibawa dari kebun menuju permukiman atau pasar.
Pada titik inilah persoalan jalan berubah menjadi persoalan ekonomi.
Sebab, produksi yang melimpah tidak akan banyak berarti jika hasilnya sulit dibawa keluar dari kawasan pertanian.
Raja-Raja Uwen Minta Pemerintah Tak Tutup Mata
Kondisi akses menuju kawasan pertanian tersebut turut menjadi perhatian para pemimpin adat atau raja dari wilayah Uwen Gabungan Taniwel Timur.
Mereka berharap Pemerintah Kabupaten SBB bersama DPRD memberikan perhatian serius terhadap pembangunan maupun peningkatan kualitas jalan tani yang menjadi akses masyarakat menuju kawasan produksi.
Harapan itu bukan tanpa alasan.
Perbaikan jalan dinilai tidak semata-mata berbicara tentang pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut masa depan ekonomi masyarakat yang selama ini menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.
Dengan akses yang lebih layak, hasil pertanian dapat lebih mudah dibawa menuju pasar. Biaya transportasi bisa ditekan, waktu tempuh menjadi lebih efisien, dan masyarakat memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan komoditas unggulan mereka.









