“Alasannya, sesuai dengan rencana korporasi kami yang secara bertahap akan lebih fokus ke produk terelektrifikasi seperti XL7 hybrid dan Ertiga hybrid. Serta memperkuat keberadaan model-model buatan dalam negeri,” kata Harold Donnel Direktur Pemasaran 4W PT SIS.
Suzuki Ertiga Sport
Suzuki Ertiga Sport. Foto: Grandyos Zafna
Bukan hanya Ignis, PT SIS juga menyuntik mati Suzuki Ertiga Sport. Kendaraan tersebut digantikan Ertiga Cruise yang meluncur di pameran Indonesia Internatonal Motor Show atau IIMS 2024 dan berstatus sebagai varian tertinggi.
“Itu (Sport) akan digantikan (Cruise). Betul (Sport sudah disuntik mati). Kita kan selalu bikin flagship Ertiga. Kalau dulu Sport, sekarang ada Cruise. Jadi sport-nya kita gantikan Cruise ini,” kata Randy Murdoko selaku Asst to Dept. Head 4W Sales PT SIS kepada detikOto, Februari lalu.
Toyota Sienta
Toyota Sienta. Foto: TMMIN.
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) secara mengejutkan menyuntik mati Toyota Sienta pada Januari 2024. Kendaraan tersebut hanya bertahan hingga generasi kedua.
Penjualan Sienta memang tampak merosot dari tahun ke tahun. Dalam catatan detikOto, pada tahun 2016 distribusi Sienta mencapai 17.931 unit. Kemudian pada tahun 2017 distribusinya sekitar 14.000-an unit. Berlanjut pada tahun 2018 distribuisnya turun lagi menjadi 5.113 unit.










