Jarang Terlihat, Begini Penampakan Kanguru Pendek di Maluku Tenggara

oleh -8 Dilihat

Porostimur.com, Langgur – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menyuarakan pelestarian kanguru pendek atau kanguru mini. Dengan mengusung satwa berkantong itu sebagai maskot untuk Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2022 di daerah terluar Provinsi Maluku itu.

Ketua Panitia FPMK 2022 Budi Toffy mengatakan, salah satu misi yang dibawa pada festival tahun ini adalah pelestarian hewan endemik yang ada di Maluku Tenggara, yakni kanguru yang habitatnya berada di Pulau Kei Besar.

Warga Malra juga menyebut satwa itu sebagai kanguru pendek dan kanguru tanah, sedangkan sebagian warga Kei Besar menyebutnya sebagai Aha.

Festival Meti Kei merupakan cara pemerintah daerah memanfaatkan fenomena alam surut air laut yang panjang (meti) menjadi sebuah festival di daerah pesisir. FPMK sudah menjadi kalender pariwisata tahunan Kemenparekraf untuk regional Indonesia timur.

Sejumlah warga memegang seekor kanguru mini atau kanguru pendek kei liar yang dipelihara di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, Senin (24/10/2022) [SuaraSulsel.id/ANTARA]
Sejumlah warga memegang seekor kanguru mini atau kanguru pendek kei liar yang dipelihara di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, Senin (24/10/2022) [SuaraSulsel.id/ANTARA]

Menurut Budi, penggunaan kanguru mini sebagai maskot diharapkan akan membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian satwa yang makin sulit ditemukan itu.

Baca Juga  Pembiayaan UMKM Tembus Rp1.500 Triliun, Maman Abdurrahman Ingatkan Risiko Kredit Bermasalah

“Menjadi salah satu misi kita saat ini yakni pelestarian hewan endemik, yakni kanguru mini yang dapat dijumpai di sejumlah hutan di Pulau Kei Besar, namun kini sulit untuk dijumpai atau berkurang sehingga kita jadikan maskot FPMK 2022,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.