Hal serupa diungkapkan Amin (50). Ia turut memborong 5 kilogram daging Sapi segar. Amin sejak tiga tahun terakhir selalu menjadi pembeli setia. Ketika pasar murah digelar, ia pun tak ingin melewatkan kesempatan itu.
“Tiap tahun memang saya memburu pasar murah seperti ini. Ya, biar bisa menghemat juga. Biayanya bisa dialihkan untuk belanja baju Lebaran,” katanya.
Kepala DKPP Malra Felix Bonu Tethool mengatakan, program pasar murah itu tidak dibiayai dengan dana pemerintah. Program ini bekerja sama dengan para peternak sapi. “Ini murni inisiatif dari bidang peternakan bekerjasama dengan para peternak guna membantu pemerintah dalam melayani ketersediaan daging sapi, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan jelang hari raya Idul Fitri,” katanya.
Tethool menyebut pihaknya menyediakan empat ekor sapi dalam gelaran pasar murah kali ini. Setiap pembeli (KK) dibatasi hanya bisa membeli sebanyak 5 kilogram saja. “Kami batasi jumlah yang dibeli, sehingga bisa menjangkau seluruh warga yang membutuhkan,” ujar dia.
Adapun pelaksanaan pasar murah tersebut akan berlangsung hingga Selasa (11/5). Felix mengaku, harga daging sapi yang diperjualbelikan di pasar murah ini tidak berbeda jauh dengan harga pasaran. Kendati demikian, Ia memastikan bahwa daging yang ditawarkan ke masyarakat merupakan daging segar dan aman untuk dikonsumsi.










