Dia memperkirakan pada Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini akan terjadi kenaikan permintaan BBM dan LPG untuk wilayah Papua Maluku secara umum dengan rincian, proyeksi kenaikan permintaan Gasoline (Pertamax dan Pertalite) selama periode Satgas kali ini meningkat sekitar 9,0% dan Gasoil (Biosolar dan Dexilite) turun sekitar 6,9% dibanding normal.
Sedangkan permintaan LPG dan Minyak Tanah (Mitan) juga meningkat masing-masing 20,8% dan 5,1% dibanding normal. Sementara Avtur juga mengalami peningkatan sebesar 6,0 % dari rata-rata normal harian di wilayah Papua Maluku.
“Peningkatan ini seiring dengan meningkatnya aktivitas dan pergerakan masyarakat dalam arus mudik dan arus balik serta meningkatnya kebutuhan masyarakat selama periode Ramadhan dan Idul Fitri,” ucapnya.
Ia berujar, seluruh infrastruktur pendukung dalam penyaluran BBM dan LPG telah disiapkan, yang meliputi 21 Terminal BBM (termasuk 2 Terminal LPG), 79 SPBU Reguler, 391 SPBU Non Reguler, 202 Pertashop, 2 SPBE NPSO, 29 Agen LPG NPSO dan 114 Agen Mitan, termasuk 12 Aviation Fuel Terminal (AFT) di seluruh wilayah Regional Papua Maluku.
Menurutnya, untuk memastikan layanan terhadap masyarakat, Pertamina juga menyediakan layanan energi pendukung di jalur potensial meliputi jalur wisata dan jalur lintas utama, berupa SPBU Siaga, Agen dan Outlet LPG NPSO Siaga, Kiosk Pemeriksaan Kesehatan, Serambi MyPertamina di bandara serta layanan lainnya (Extra Drooping Mitan dan Pasar Murah Bright Gas).










