Jelang Imlek 2024, Ratusan Lampion Hiasi Jalan Utama Kota Ambon

oleh -38 views


Porostimur.com, Ambon – Menjelang tahun baru imlek 2575 di tahun 2024 yang akan jatuh pada 10 Februari nanti, sejumlah sudut Kota Ambon mulai nampak dihiasi pernak-pernik imlek.

Ratusan lampu lampion berwarna merah nampak terpasang di sejumlah ruas jalan utama Kota Ambon, seperti Jalan A.Y. Patty, Jalan Pattimura, dan sejumlah jalan lain, serta di sejumlah sudut kota berjuluk Manisee itu.

Bahkan di Jalan A Y Patty yang dulunya merupakan kawasan Pecinan, Pemkot Ambon memasang sepasang naga di perempat jalan tersebut.

Untuk diketahui, perayaan Imlek 2575 dilaksanakan pada 10 Februari 2024. Ritual keagamaan akan dimulai sejak pagi hingga pergantian tahun baru Imlek 2575. Sedangkan puncak dari perayaan Imlek 2575 ditutup dengan ritual Cap Go Meh yang dilaksanakan 15 hari setelah penanggalan tahun baru Cina 2575.

Melihat keindahan lampion yang menggantung di sudut-sudut jalan tersebut, banyak warga atau pengendara yang tak melewatkan itu untuk mengabadikan momen lewat telpon genggam mereka.

Ada dari mereka yang mengambil momen sambil diboncengi kendaraan roda dua, ada pula yang berhenti singgah befoto-foto.

Perayaan Tahun Baru Imlek memang identik dengan pemasangan lampion warna merah di sejumlah tempat, di antaranya tempat ibadah, kawasan pecinan, pinggir jalan, dan area publik lainnya. 

Rasanya mungkin tidak akan lengkap jika Imlek dirayakan tanpa semarak lampion tersebut. Warga Tionghoa juga banyak yang berburu lampion untuk dipasang di rumah masing-masing.

Ternyata, lampion atau lentara khas China tersebut bukan sekadar dekorasi biasa. Lampion memiliki nilai sejarah serta mengandung makna filosofis yang dipercaya oleh warga Tionghoa.

Baca Juga  Klasemen Liga Inggris Setelah Liverpool Libas Luton

Lampion mulanya adalah alat penerangan masyarakat China sejak ribuan tahun yang lalu.Tepatnya, pada masa Dinasti Han Barat yang memimpin pada periode 206 Sebelum Masehi hingga 9 Masehi, serta Dinasti Han Timur periode 25–220 Masehi.

Alat penerangan tersebut kemudian diberi pelindung dari kertas di seluruh sisinya agar tidak mudah mati tertiup angin. Dalam perjalanannya, lampion diadopsi para biksu. Para pemuka agama tersebut menjadikan lampion sebagai bagian dari tradisi kegiatan keagamaan.

Lampion identik dengan Imlek, lantaran puncak perayaan Imlek adalah Yuan Xiao Jie, atau festival lampion dalam Bahasa Indonesia. Yuan Xiao Jie jatuh pada tanggal 15 penanggalan lunar, yang bertepatan dengan Cap Go Meh. (red)

Baca Juga  Andi Munaswir Jago! ini 10 Calon Anggota DPRD Maluku Peraih Suara Terbanyak Sementara

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News







No More Posts Available.

No more pages to load.