Jelang Pilkada 2024 nanti, Disdukcapil akan Perbaharui Data Penduduk Kota Ambon

oleh -66 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Menjelang Pemilukada 2024, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon akan melakukan pemutakhiran data base bagi seluruh masyarakat Kota Ambon.

“Jadi Capil dalam rangka pemutakhiran data base menjelang Pemilukada 2024, seluruh masyarakat kota Ambon akan didata kembali melalui RT/RW,” ungkap Kepala Disdukcapil Kota Ambon, Sely Haurissa kepada kepada wartawan di Ambon, Minggu (26/9/2021).

Haurissa mengatakan, dalam rangka pemutakhiran data base mengingat database kita ini kan mau bilang belum rampung, artinya masih ada yang meninggal tapi masih terdaftar di dalam database, masih ada yang sudah pindah misalnya tapi namanya masih ada di dalam database, nah itu yang perlu kita bersihkan sehingga di tahun depan itu kita berharap bahwa database kota Ambon sudah semakin baik semakin bersih untuk kita siap dalam pemilu serentak 2024.

Baca Juga  Ini Pesan UAS untuk Pimpinan MUI Mendatang, Tegas & Bikin Merinding!

“Sampai akhir desember. Dari capil menyediakan data induk per desa kelurahan didalamnya sampai di RT nanti melalui RT/RW akan mendata di setiap keluarga, jadi kita mendapat data bersih,” jelasnya.

“Sehingga kedepannya, katong punya data, bukan cuma data kota Ambon, tapi data bersih juga terdapat di desa kelurahan,” kata Haurissa.

Haurissa bilang, jadi yang belum punya KTP itu sebenarnya kita sudah mulai, kita punya kegiatan jemput bolah itu namanya Buang Ready, jadi kita ke desa kelurahan yang kita melihat bahwa jumlah penduduk yang paling besar belum pernah melakukan perekam, itu kita langsung turun ke desa negeri untuk melakukan perekaman.

“Kemarin sudah tujuh desa negeri dan akan ikuti lagi dengan desa-desa lain sehingga kita berharap bahwa seluruh masyarakat kota Ambon yang wajib memiliki KTP di 2023,” tegas Haurissa.

Baca Juga  Pendaftaran SMA Pradita Dirgantara telah dibuka, segera daftar di Lanud Pattimura.

Haurissa juga menjelaskan, yang belum perekaman, itu wajib rekam, tapi kalau yang sudah rekam, tidak perlu rekam ulang misalnya, kalau gambarnya mungkin sudah kabur dan sebagainya, kan foto ulang, itu tidak perlu kan sudah ada jadi satu kali rekam saja kecuali waktu 17 tahun dari sekarang dia sudah 50 mungkin kita bisa foto ulang.

“Mudah-mudahan itu di harapkan, dan itu kan butuh kerja sama, Capil tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada kerja sama yang baik dari RT/RW, kalau kita menyadari sungguh bahwa data itu penting, mari katong sama-sama, bahwa, ini kepentingan bersama bukan hanya untuk capil, tapi untuk pemerintah yang ada di kota Ambon ini,” harap Haurissa. (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.