“Saat kejadian, saya bersyukur tidak ada aktivitas yang dilakukan jemaat di dalam gereja. Kalau ada aktivitas pasti sudah ada yang luka-luka. Jadi syukur kami bisa luput dari bencana ini, hanya bagian gedung gereja yang rusak,” katanya.
Untuk mengantisipasi risiko lanjutan, pihak gereja telah menyiapkan tenda di luar bangunan sebagai lokasi alternatif ibadah sekaligus tempat evakuasi.
Umat Tetap Beribadah Meski Diliputi Kekhawatiran
Salah satu umat, Ani Polii, mengaku masih diliputi rasa khawatir pascagempa. Namun, hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk tetap mengikuti ibadat Jumat Agung.
“Tentunya saya memiliki rasa khawatir, namun yang bisa kita lakukan hanyalah berdoa saja. Sekalipun gempa, kita tetap harus datang beribadat,” ujarnya.
Diketahui, gereja tersebut memiliki sekitar 2.000 jemaat, dengan sekitar 1.300 orang diperkirakan mengikuti prosesi Penciuman Salib dalam rangkaian ibadat Jumat Agung. (red/beritasatu)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com










