Jenderal Tertinggi Iran Ancam Israel: Jika Perang Lagi, AS Tak Bisa Selamatkan Netanyahu

oleh -6 Dilihat
Panglima Militer Iran Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengancam akan meluncurkan serangan yang melumpuhkan Israel jika perang pecah lagi. Foto/Khamenei.ir

Ancaman terbuka Iran akan kampanye militer yang melumpuhkan meningkatkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang rapuh itu mungkin hanya jeda dalam konflik yang lebih besar dan belum terselesaikan.

“Mereka pikir mereka dapat menghancurkan sistem kita dalam 48 jam dan mencabik-cabik Iran,” kata Mousavi dalam sebuah peringatan untuk seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam yang tewas dalam serangan Israel. “Tetapi bangsa Iran berhasil mengalahkan mereka,” ujarnya.

Mousavi menggambarkan pertempuran 12 itu sebagai bagian dari kampanye selama 15 tahun oleh Israel dan AS yang bertujuan untuk mengacaukan dan memecah belah Iran.

Namun, dia mengatakan bahwa kepemimpinan, angkatan bersenjata, dan rakyat Iran yang bersatu berhasil menggagalkan rencana itu. Dia menambahkan bahwa Iran siap melancarkan serangan terakhir yang menghancurkan terhadap Israel tetapi menahan diri karena gencatan senjata.

“Kami telah menyiapkan rencana yang melumpuhkan, tetapi karena gencatan senjata, rencana itu tidak mendapat kesempatan untuk dilaksanakan. Namun, jika terjadi kesalahan lagi, rencana ini akan dilaksanakan. Bahkan Amerika Serikat mungkin tidak dapat menyelamatkan Netanyahu,” imbuh Mousavi.

Baca Juga  PDAM Halbar Siapkan Strategi Hadapi Kemarau Panjang, Air Bersih Warga Mulai Dijatah

Perang 12 hari dimulai ketika Israel melancarkan serangannya terhadap situs militer dan nuklir Iran pada 13 Juni. Amerika Serikat bergabung dengan kampanye militer Israel pada 22 Juni, menyerang fasilitas nuklir di Isfahan, Natanz, dan Fordow. Presiden Donald Trump menamai kampanye pengeboman itu sebagai “Operasi Midnight Hammer” dan mengeklaim telah membongkar program nuklir Iran.

No More Posts Available.

No more pages to load.