Ia kemudian berspekulasi bahwa jika konflik berlangsung cukup lama dan tekanan militer konvensional tidak menghasilkan tujuan politik Washington, penggunaan senjata pemusnah massal dapat menjadi kemungkinan yang semakin terbuka.
“Jika Anda menjalankan skenario ini cukup lama, Anda akan sampai pada penggunaan senjata pemusnah massal, Anda tahu, dengan cukup cepat,” klaim Kent.
Pernyataan tersebut merupakan spekulasi dari Kent dan bukan pengumuman bahwa pemerintahan Trump telah memutuskan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran.
Ancaman Nuklir Muncul di Tengah Tekanan terhadap Teheran
Komentar Kent muncul di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap Teheran.
Pada April lalu, Trump dilaporkan mengancam bahwa “seluruh peradaban Iran akan mati” jika Teheran tidak memenuhi tuntutan Washington.
Trump juga berulang kali melontarkan ancaman terhadap infrastruktur Iran, termasuk fasilitas sipil seperti pembangkit listrik dan jembatan.
Dalam wawancara dengan Carlson, Kent menilai pemerintahan Trump menghadapi persoalan karena sejumlah tujuan yang ditetapkan terhadap Iran terus berubah, sementara tekanan militer dan ekonomi yang telah dikerahkan belum menghasilkan penyelesaian yang diharapkan.
Mantan Direktur National Counterterrorism Center (NCTC) tersebut kemudian mengajukan skenario hipotetis lain.









