Jokowi, Antara Luka Hati dan Rasio Politisi

oleh -30 views
Toni Rosyid

Oleh: Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Oktober 2024 Jokowi lengser. Prabowo menggantikan posisinya sebagai presiden (20/10/2024). Sudah lebih satu tahun Prabowo berkuasa.

Meski Jokowi lengser dan Prabowo yang menjadi penguasa, panggung terbelah. Sebagian ke Prabowo, tapi isu tentang Jokowi masih mendapatkan perhatian cukup besar dari publik. Jokowi dicurigai masih mengendalikan kekuasaan.

Masih besarnya perhatian publik kepada Jokowi lantaran tiga hal: pertama, Jokowi membangun kekuasaannya di paroh periode pertama hingga akhir kekuasaannya dengan konflik. Mereka yang merasa terluka dan jadi korban Jokowi belum legowo kalau Jokowi lengser dengan nyaman.

Kedua, Jokowi masih memiliki skoci politik melalui ahli warisnya: Gibran jadi wapres, Bobi Nasution jadi Gubernur Sumut dan Kaesang jadi ketum PSI.

Baca Juga  PPPK Paruh Waktu di Halmahera Selatan Hanya Dikontrak Satu Tahun

Ketiga, Jokowi dianggap masih punya kekuatan untuk melakukan intervensi dan mengendalikan Prabowo. Bertahannya Kapolri yang menjabat terlalu lama dengan semua dinamikanya dianggap bagian dari intervensi Jokowi.

Meski masih bisa intervensi, secara politik Jokowi tak sekuat saat berkuasa. Semua instrumen negara telah lepas. Kekuatan Jokowi terus tergerus dan menurun. Berpalingnya Projo (Relawan Pro-Jokowi) ke Prabowo menjadi salah satu petunjuk nyata dan mudah disimpulkan bahwa Jokowi telah secara berangsur-angsur ditinggalkan relawannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.