Jokowi dan Prabowo Makin Mesra, Media Australia Kritik Indonesia Begini, hingga Sarankan PM Australia Tidak Hadiri Pelantikan 20 Oktober

oleh -5 Dilihat

Porostimur.com | Sydney: Media massa di negara tetangga, Sydney Morning Herald pada Senin (14/10) lalu mempublikasikan sebuah artikel opini tentang situasi politik terkini Indonesia.

Artikel yang ditulis koresponden Asia Pasifik, James Massola itu berjudul “Jokowi pursues majority rule, not democracy, in Indonesia”.

Dalam artikel tersebut, Massola mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini tengah mengalami defisit demokrasi.

Hal tersebut dikarenakan makin kuatnya isyarat semua faksi politik bersatu, setelah Jokowi, Prabowo, dan SBY baru-baru ini bertemu di kesempatan yang berbeda.

Massola kemudian membandingkan politik domestik Indonesia dengan Australia.

Menurutnya, Perdana Menteri Scott Morrison tidak mungkin berkoalisi dengan rival-rivalnya, Richard Di Natale dan Bill Shorten.

Baca Juga  Lantik Anggota BPD 54 Desa, Bupati Ubaid Yakub Minta Utamakan Kepentingan Masyarakat

Pasalnya, jika itu terjadi, check and balances dalam pemerintahan akan hilang.

Atas dasar penilaian negatif atas kualitas demokrasi Indonesia tersebut, Massola pun menyarankan PM Morrison untuk tidak menghadiri pelantikan Jokowi akhir pekan ini.

Dia menyebut kondisi kesehatan demokrasi Indonesia yang Massola anggap sudah “genting”.

Di akhir artikel tersebut, Massola kemudian mempertanyakan demokrasi seperti apa yang diinginkan Jokowi.