Pimpinan Sementara DPRD Buru Angkat Bicara Soal Molornya Pengesahan Pimpinan DPRD Definitif

Porostimur.com | Namlea: Empat Fraksi di DPRD Kabupaten Buru, minus Fraksi Partai Golkar, melalui pimpinan sementara Dali Fahrus Syarifudin S.Kom, akhirnya angkat bicara soal serangan DPD I Partai Golkar Maluku terhadap skandal molornya penetapan ketua DPRD Buru.

DPD I Partai Golkar Maluku menilai molornya penetapan Ketua DPRD dan dua wakil ketua tanggal 14 Oktober lalu adalah karena ulah internal DPRD Buru.

“Ada anggapan bahwa pimpinan sementara DPRD dan lembaga ini yang membuat molor pengusulan pimpinan DPRD definitif. Beta katakan itu tidak betul,” Dali Fahrul Syarifudin.

Menurutnya, sejumlah wakil rakyat di DPRD Kabupaten Buru justru menilai DPD I Partai Golkar Maluku, pimpinan Ir. Said Assagaff tidak cukup memiliki keberanian menindak Ketua DPD II PG Buru, Ramly Ibrahim Umasugi SPi, MM yang telah menghambat paripurna pengesahan pimpinan DPRD definitif sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Dali melanjutkan. bahwa mekanisme dalam partai itu ada. Surat rekomendasi dari DPP PG sudah disampaikan kepada DPD I PG Maluku dan sudah meneruskan ke DPD II PG.

“Salahnya disini kenapa DPD II tidak melaksanakan instruksi itu. Dan DPD I menyerang katong, bilang katong seng mau jalankan.Padahal dong harus menyurat ke DPD II,” tukas Dali.


Dali melanjutkan, suratnya harus tegas. kenapa DPD II PG tidak mau jalankan instruksi DPP PG.

Dirinya juga mengumpamakan jika skandal ini terjadi pada partai selain golkar. Pasti sudah ada surat pertama, surat kedua, peringatan, hingga teguran bahkan sanksi.

“Kalau seng mau laksanakan ini katong kasih turun PLT.ini artinya bahwa DPD I Partai Golkar ini seng berani melakukan sanksi kepada DPD II yang seng melaksanakan instruksi DPP PG,” tandasnya.

Dali menyampaikan DPRD maupun dirinya sama sekali tidak memiliki masalah dengan partai beringin, oleh karena itu, Dali tidak mengharapkan namanya atau lembaganya terseret dalam skandal internal partai yang di pimpin ramli i umasugi tersebut.

“Jangan dong libatkan katong yang seng punya masalah dengan partai Golkar,” tambah Dali.

Bahkan Dali mengkritik Fraksi Partai Golkar di DPRD Buru yang dipimpin Fandy Umasugi, karena tidak mampu serius menjembatani masalah jatah ketua dewan dari partai ini.

Bahkan ponakan Bupati buru ini selalu menghindar dan tidak mengirim yang lain untuk mengikuti pertemuan selama dua kali rapat fraksi yang di lakukan sebelumnya.

“Fraksi Golkar beta nilai seng serius menyelesaikan masalah ini, karena tadi malam katong dengan beberapa pimpinan fraksi melakukan ngobrol dan diskusi bersama, dari fraksi Golkar seng hadir. Kemudian tadi katong mengundang untuk rapat fraksi guna membicarakan ini, fraksi Golkar juga seng hadir,” beber Dali.

Karena itu, Dali dan empat fraksi lainnya di DPRD menanyakan keseriusan fraksi Golkar untuk menyelesaikan masalah ini.

“Dong bicara di koran berkaitan dengan apbd dan sebagainya, tapi keseriusan dong di mana. jangan Katong di luar dari fraksi partai Golkar dipojokan soal ini.
Dali lebih jauh menegaskan, sebagai anggota DPRD mereka juga ingin tetap menjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah.

Hingga kini DPRD Buru masih menunggu itikad baik dari bupati yang juga sebagai ketua DPD II PG agar menyelesaikan masalah di tubuh partai beringin ini.

“Walaupun dong bilang seng ada masalah dan sebagainya.Cuma dengan keterlambatan ini Katong nilai ada sesuatu yang terjadi,” kata Dali.

Bahka menurut Dali kalau DPRD tidak pernah dihubungi langsung oleh Bupati guna membicarakan jatah ketua DPRD dari Partai Golkar. Padahal sudah dua kali DPD II PG disurati dan tidak dibalas. (Ima)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: