“Bahasa, kalimat antitesa dari Jokowi, itu kan tidak etis sebenarnya, kalau tesa antitesa kan gampang, kalau tesanya kenyang, antitesanya lapar, kan gitu. Karena apa, Pak Zulfan itu pelaku politik, kecuali yang berstatement itu atau menganalisa, itu pengamat,” pungkasnya.
(red/sindonews)





