Pemikiran-pemikiran dalam fase ini pula yang nantinya ia rumuskan menjadi Nilai-nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI pada Kongres IX di Malang, dimana di kongres itu juga Cak Nur terpilih untuk kedua kalinya sebagai Ketua Umum PB HMI periode 1969-1971, yang oleh Cak Nur sendiri adalah “kecelakaan sejarah.”
Sengaja kilas sejarah ini dinukil kembali sehubungan dengan akan dilangsungkannya Kongres XXXIII HMI di Lampung di penghujung 2026 ini. Saya ingin menyadarkan adik-adik HMI, terutama adik-adik PB HMI tentang pesan Cak Nur bahwa kemenangan HMI (include kemenangan Islam) adalah kemenangan ide, bukan pragmatisme politik dan kesenangan sementara. “Kita harus menunda kesenangan sementara untuk meraih kesenangan jangaka panjang nan abadi.”
Urat Nadi Perkaderan
Secara otomatis, semua mantan kader HMI adalah alumni HMI. Sedangkan secara jam’iyah, semua alumni HMI adalah anggota Korps Alumni HMI (KAHMI) yang hari ini kita peringati kelahirannya. Usia 60 tahun telah mengantar keluarga besar HMI pada hari-hari yang panjang. Kesuksesan dan kegagalan setiap alumni HMI tetap mencatatkan namanya sebagai bagian dari keluarga besar HMI. Itu berarti keberhasilan atau kegagalannya harus menjadi bagian dari simpati dan empati keluarga besar HMI di mana pun ia berada. Meminjam hadits Nabi, bak satu bangunan — yang setiap kerangkanya — saling menguatkan.









