Kenyataan ini meningkatkan kemungkinan keterlibatan pemerintah asing atau kelompok milisi. Di masa lalu, pemberontak Houthi yang didukung Iran telah menggunakan pesawat tak berawak bunuh diri. Pesawat ini sarat dengan bahan peledak yang meledak saat menghantam targetnya.
Meski begitu, tanpa memberikan bukti apa pun, seorang pejabat keamanan Israel mengatakan Iran berada di balik serangan terhadap kapal tersebut merujuk pada kejadian serupa di masa lalu.
Tudingan serupa juga disuarakan Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid.
“Iran bukan hanya masalah Israel,” kata Lapid dalam sebuah pernyataan. “Dunia tidak boleh diam,” imbuhnya.
Serangan hari Kamis terjadi di tengah meningkatnya ketegangan atas kesepakatan nuklir Iran dan mandeknya negosiasi untuk memulihkan kesepakatan tersebut.
Serangkaian serangan kapal yang diduga dilakukan oleh Iran dimulai setahun setelah presiden AS saat itu Donald Trump secara sepihak menarik Amerika dari perjanjian nuklir 2015 pada 2018.
Serangan itu merupakan kekerasan maritim yang paling terkenal sejauh ini dalam serangan regional terhadap kapal ekspedisi sejak 2019.
(red/sindonews)





