Mengapa Bulan Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Penjelasannya

oleh -246 views

Setiap kali bulan Muharram tiba, masyarakat muslim di Indonesia sering kali mengaitkannya dengan santunan anak yatim. Berbagai kegiatan sosial digelar, mulai dari pemberian bantuan, makan bersama, hingga pengajian yang menghadirkan anak-anak yatim sebagai tamu istimewa.

Tidak sedikit pula yang menyebut Muharram sebagai “Lebarannya Anak Yatim”.

Siapa yang Disebut Anak Yatim dalam Islam?

Merujuk buku Jangan Baca Buku Ini Jika Masih Senang Berbuat Dosa: 101 Fakta Dosa yang Pasti Membuatmu Takut Melakukannya karya Ibnu Abdul Hafidh, dijelaskan dalam Islam, anak yatim adalah anak yang ditinggal wafat oleh ayahnya sebelum mencapai usia baligh.

Anak yatim dalam Islam adalah salah satu golongan yang dimuliakan oleh Allah SWT dan bahkan sangat dicintai Rasulullah SAW.

Karena itu, Islam memberikan perhatian yang sangat besar kepada anak yatim. Bahkan Rasulullah SAW sendiri pernah merasakan kehidupan sebagai anak yatim.

Baca Juga  5 Tanda Hubungan yang Terlihat Romantis tapi Sebenarnya Toxic

Perhatian Besar Islam terhadap Anak Yatim

Al-Qur’an berkali-kali memerintahkan umat Islam untuk berbuat baik kepada anak yatim.

Allah SWT berfirman dalam surat Ad-Dhuha ayat 9,
فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ
Artinya: Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

Dalam ayat lain disebutkan,

فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْيَتَٰمَىٰ ۖ قُلْ إِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ ۖ وَإِن تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَٰنُكُمْ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ ٱلْمُفْسِدَ مِنَ ٱلْمُصْلِحِ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَأَعْنَتَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

No More Posts Available.

No more pages to load.