Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengantisipasi adanya kegiatan beberapa oknum masyarakat atau kelompok yang biasanya pada bulan April mengangkat lagi isu negatif untuk merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
Hal ini terlihat dari beberapa upaya oknum masyarakat yang masih menebarkan paham atau memasang atribut atribut dan lambang negara dan menjelek jelekan bangsa Indonesia.
“Namun berbagai upaya tersebut semakin tidak dianggap dan dipedulikan masyarakat, bahkan masyarakat sangat menolak bahkan mencopot atribut atau lambang lain yang merusak persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia yang beberapa masih dicoba dipasang di lapangan,” jelasnya.
Kapolda mengaku, secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Maluku, khususnya di kota Ambon, Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat serta daerah lainnya terpantau aman, dan damai.
“Kesadaran masyarakat cinta tanah air, persatuan dan kesatuan sudah sangat baik dan agar terus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” pintanya.
Orang nomor 1 Polda Maluku ini menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah membantu aparat keamanan dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman kondusif di wilayah masing-masing.
“Banyak tugas dan pekerjaan bersama kita yang harus kita tingkatkan untuk membangun dan menyejahterakan rakyat Maluku,” tegasnya.











