“Siapa pun nanti yang datang di Polres SBB, semoga menjadi filosofi yang baik bagi Polres SBB, dan saya sangat inginkan Polres SBB menjadi pelopor perdamaian bagi masyarakat dan menjadi kebanggaan bagi kita semua,” harapnya.
Senada dengan Kapolres, Kapolda Maluku, Lotharia Latif, berharap filosofi patung Gajah Mada sebagai pemersatu dan pererat antara anggota Polri dengan Pemerintah Daerah, instansi terkait dan seluruh elemen masyarakat di kabupaten berjuluk Saka Mese Nusa ini. “Sehingga dalam hubungan ini kita tetap menjadi satu ikatan yang baik dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Kapolda juga berharap Bhayangkara-bhayangkara Polres SBB dapat dibutuhkan dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.
“Ada dua persyaratan dalam tugas kita selaku anggota Polri yang harus kita jalankan yaitu pengelolaan keamanan dan pengololaan kenyamanan,” katanya.
Terkait potensi alam di SBB, Kapolda mengaku menjadi tantangan yang harus dikerjakan. Ia berharap kepada Forkopimda SBB agar jangan menghambat investasi di daerah ini, sehingga dapat membuka lowongan pekerjaan kepada masyarakat.
“Saya juga menyampaikan apresiasi kepada forkopimda di kabupaten SBB, yang mana telah bekerjasama dengan Polres SBB untuk menjaga daerah ini tetap aman, dan nyaman,” pungkasnya.









