Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas harian masyarakat. Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak di luar rumah diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih pekat.
Selain mengenakan masker, masyarakat perlu menghindari sumber asap secara langsung dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk.
Karhutla yang terjadi di wilayah tersebut diduga berkaitan dengan kondisi musim kemarau dan lahan yang mengering sehingga lebih mudah terbakar. Cuaca panas dan minimnya curah hujan juga dapat menyulitkan proses pemadaman serta memperpanjang penyebaran asap.
Meski demikian, penyebab setiap titik kebakaran dan pengaruh kondisi iklim terhadap kejadian ini perlu dipastikan melalui informasi resmi dari instansi terkait.
Pemkab Haltim Imbau Warga Hindari Pembakaran Lahan
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran baru. Warga juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.
Upaya pencegahan dinilai penting untuk menekan dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, dan aktivitas pemerintahan di Kota Maba.
Ricky berharap kondisi kemarau segera berakhir sehingga risiko kebakaran dapat berkurang dan proses pemadaman di lapangan menjadi lebih mudah.









