Porostimur.com | Ambon: Ibnu Rusyd atau Averoes merupakan seorang filsuf Muslim yang banyak dikagumi oleh orang-orang Barat. Ia lahir di Cordova (Spanyol) pada 1126 M dari keluarga yang mempunyai kedudukan di pemerintah.
Terkait dengan roh, Ibnu Rusyd berpendapat masalah roh atau nafs adalah urusan Allah SWT. Hal ini sebagaimana yang telah difirman oleh Allah dalam surat al-Israa’ ayat 85.
وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلً
“Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.” (QS. Al-Isra’ Ayat 85).
Dalam bukunya yang berjudul Hidup Sesudah Mati, KH Bey Arifin menjelaskan pengetahuan mengenai roh itu hanya dikhususkan Allah bagi para ahli pengetahuan yang betul-betul tinggi dan dalam. Menurut Bey, Ibnu Rusyd berpendapat roh dan nafs itu adalah satu.
Dalam kitabnya yang berjudul At-Tahafut halaman 138, Ibnu Rusyd mengatakan apabila tubuh sudah mati, maka roh meninggalkan tubuh dan masuk atau kembali ke dalam kondisi kerohaniannya, dan di dalam tubuh baru yang bukan terdiri dari benda sehingga tidak dapat dilihat.




